7 Tips Desain Dapur Untuk Pembuat Roti

Judul ini dibuat karena memang dapur untuk pembuat roti / kue, memang agak berbeda daripada dapur  yang lain. Jadi yang memang agak khusus. Tapi  entah kamu pembuat kue / roti profesional, atau sekedar hobi, semoga ini bisa jadi inspirasi juga.

1. Butuh Meja Lebar


 
Peralatan pengolahan untuk membuat roti cukup banyak dan besar. Mulai dari peralatan mixer sampai mixing bowl, hingga gelas ukur, pokoknya untuk membuat roti membutuhkan area yang meja yang luas supaya bisa bekerja secara efektif. Cara terbaik adalah, membuat meja tengah, yang pasti akan memuat banyak . Sediakan ruang untuk kabinet, dan laci di bawah meja supaya berfungsi penuh. 


Meja tengah seringnya permanen, tapi kalau ruangan terbatas, ya dibuat saja bisa didorong.


BACA JUGA : 

7 INSPIRASI DESAIN DAPUR DENGAN MEJA TENGAH YANG MULTIFUNGSI

 2. Material permukaan meja dan Tinggi
Ketika harus menentukan material permukaan meja, maka biasanya banyak yang memilih batu alam seperti marmar atau granit adalah yang terbaik. Selain tidak lengket, juga membantu adonan lebih empuk ketika kamu memprosesnya. Sayangnya, , batu alam ini berpori, dan mudah berbekas, sehingga bukan pilihan yang bagus. 



Karena itu, sangat disarankan menggunakan bahan yang lebih keras seperti stainless steel sus 304. Tapi tidak masalah juga kalau kamu memadukan keduanya, batu alam dan stainless steel.

Selain itu, para bakeer suka permukaan meja yang lebih pendek daripada tinggi meja standar. Itu membantu mereka menggulung, menekan adonan, lebih mudah. Tapi, tentu merepotkan jika semua meja harus lebih pendek. Gunakan tinggi yang "khusus" hanya untuk pekerjaan yang "khusus"


3. Ruang Penyimpanan Yang Banyak

Tentu saja dibutuhkan ruang penyimpanan yang harus bisa menampung semua peralatan. Dapur pembuatan roti kadang mengumpulkan peralatan dan cadangan peralatan, karena membuat roti membutuhkan peralatan spesifik dan tentu saja pengerjaan yang presisi untuk memenuhi kebutuhan resep. Loyang yang berbeda ukuran, panci khusus, sendok ukur, alat untuk dekorasi, dan banyak lainya.

Semua peralatan besar seperti mixer tegak, dan alat proses makanan harus punya tempat tetap di atas meja, karena akan sangat menyulitkan jika harus memindahkan mereka. 



Jika Anda memiliki ruang, siapkan dapur umum. Jika Anda menyimpan bahan-bahan kering di sana, pastikan tidak menempatkannya di dekat benda-benda yang menjadi panas mis. oven atau kompor.

Rak terbuka adalah pilihan yang baik jika Anda tidak sering memasak karena Anda dapat melihat di mana semuanya dalam sekejap. Tetapi jika Anda memasak, perhatikan bahwa minyak dan kotoran dapat menempel pada apa pun yang tertinggal di tempat terbuka.




Untuk aksesori kecil, masukkan ke dalam wadah tembus pandang yang lebih kecil dan atur sesuai fungsinya, mis. memanggang cetakan dan cincin, peralatan pengukur, alat dekorasi, dll. sebelum meletakkannya di dalam lemari Anda.



Untuk bahan-bahan kering, Anda sebaiknya menyimpannya dalam wadah bening dan mulut lebar sehingga lebih mudah disendok saat Anda membutuhkannya. Beri label dengan tanggal kedaluwarsa sehingga Anda tahu kapan Anda harus pergi berbelanja.


4. Lemari Pendingin Besar

Jika anda sering membuat roti,  maka akan membutuhkan lemari es yang besar. Karena kelembapan dan cuaca panas di Indonesia , yang terbaik adalah menyimpan beberapa bahan kering Anda seperti tepung dan gula di dalam lemari es agar tidak menggumpal atau terserang jamur.

Beberapa resep juga perlu untuk didinginkan di lemari es atau freezer.


5. Letak Oven
Perkirakan kira-kira kapasitas produksinya. Biasanya ada oven built-in, ada pula Oven meja. Yang pertama, Yang pertama biasanya hadir dalam kapasitas yang lebih besar, cukup untuk sebagian besar kebutuhan memanggang Anda. Tetapi yang terpenting adalah di mana Anda harus menempatkan oven. Jika Anda memanggang lebih banyak dari yang Anda masak, Anda tidak perlu meletakkan alat di bawah kompor Anda. Sebaliknya, letakkan di ketinggian mata, di mana Anda dapat dengan mudah memantau apakah puff pastry Anda menjadi terlalu cokelat. Seperti yang diketahui setiap tukang roti, itu bisa berubah dari dipanggang menjadi gosong dalam sekejap mata.



Oven built-in setinggi mata juga lebih mudah untuk mengeluarkan baki dan wajan, karena Anda tidak perlu membungkuk untuk melakukannya. Pastikan Anda menjaganya pada ketinggian yang tepat dan tidak terlalu tinggi agar siku Anda tidak terbakar. Letakkan bagian bawah oven di dekat ketinggian meja Anda atau tepat di bawahnya jika Anda memiliki peralatan tambahan seperti microwave di atasnya.


6. Pakai Dishwasher atau di Wastafel
Proses membuat roti atau kue akan  menumpuk banyak mangkuk bekas, sendok takar kotor, dan wajan berminyak dengan sangat cepat. Jadi, berinvestasi dalam mesin pencuci piring akan menjadi ide yang baik untuk menyelesaikan pembersihan setelah Anda memanggang. Namun, harap diperhatikan bahwa banyak bahan peralatan memasak yang tidak boleh dibuang ke mesin pencuci piring. Ini termasuk sendok kayu, wajan atau baki anti lengket, ujung pipa, jenis plastik tertentu dan beberapa perlengkapan mixer.



Jika tidak berencana untuk membeli mesin pencuci piring, penting untuk menggunakan wastafel yang dalam dan lebar agar lebih mudah membersihkan mangkuk pencampur dan loyang kue. Wastafel yang dalam juga merupakan tempat penyimpanan yang berguna untuk barang-barang kotor saat memanggang, membantu membebaskan bagian atas meja Anda.


7. Colokan Listrik di Lokasi Yang Strategis

Memiliki banyak stop kontak penting bagi pembuat roti karena mungkin menjalankan lebih dari satu peralatan pada satu waktu. Plus, sebagian besar peralatan memasak memiliki kabel yang sangat pendek. Anda tidak ingin menarik kabel atau bingung dengan kabel yang berserakan, bukan?



Tempatkan stop kontak di lokasi yang strategis di seluruh dapur sehingga Anda tidak akan membuat semuanya berantakan di satu tempat. Jika meja tengah, adalah tempat pusat pembuatan, pastikan  mengakomodasi beberapa gerai di sampingnya.








Komentar